Bagaimana Penilaian Poin dalam Drift? Perbedaan D1 dan Formula Drift

Bagikan Halaman Ini
Bagaimana cara pemberian poin dalam drift? Singkatnya seperti ini: Juri mengevaluasi garis, sudut, kecepatan, dan gaya para pembalap di setiap tikungan; pada babak kualifikasi, putaran solo dihitung secara numerik, lalu pada putaran tandem (berpasangan), pembalap yang memimpin dan yang mengikuti dibandingkan untuk menentukan pemenangnya. Tapi bagian yang menyenangkan adalah ini: D1 Grand Prix milik Jepang dan Formula Drift milik Amerika menjalankan perlombaan ini dengan formula yang sangat berbeda. Ayo kita bahas keduanya.
Sorotan Utama
- Di D1, poin solo dihitung dengan formula dan bisa mencapai hingga 103; di Formula Drift, pembalap memulai dengan 100 poin, dan juri melakukan pengurangan.
- D1 menggunakan sistemnya sendiri yang disebut DOSS, yang mengukur kecepatan dan sudut dengan sensor.
- Dalam tandem, dua putaran dilakukan: setiap pembalap sekali berada di posisi lead (depan) dan sekali di posisi chase (pengikut).
- Saat seri, di sebagian besar seri dilakukan satu putaran "One More Time".
- Kejuaraan Drift Turki membuka musim 2026 pada 26 April di Istanbul Park.
Apa yang Dinilai Juri? Garis, Sudut, Kecepatan, dan Gaya
Drift tidak dimenangkan berdasarkan garis finis seperti lomba biasa. Tidak ada stopwatch di sini, pengukuran waktu saja tidak cukup; karena pertanyaannya bukan "siapa yang paling cepat", melainkan siapa yang meluncur paling baik dan paling terkendali. Itulah sebabnya para juri yang duduk di pinggir lintasan (di sebagian besar organisasi profesional berjumlah tiga orang) menilai setiap putaran berdasarkan kriteria tertentu.
Kriteria dasarnya hampir mirip di setiap seri:
- Garis (line): Menunjukkan seberapa dekat pembalap mengikuti titik clipping yang ditandai juri dan seberapa tepat menghantam zona luar (outside zone). Bisa disebut sebagai "kesetiaan pada jalan yang telah digambar".
- Sudut (angle): Sudut kemiringan (drift) mobil. Semakin besar dan stabil sudutnya, semakin banyak poinnya - tetapi tanpa kehilangan kendali.
- Kecepatan: Seberapa berani dan cepat kamu berkendara saat masuk dan keluar tikungan.
- Gaya / komitmen: Kelancaran intervensi setir, tidak terlalu banyak koreksi di lintasan lurus, keberanian berkendara mendekati pembatas. Jawaban atas pertanyaan: "apakah kamu meluncur sambil berteriak, atau seolah-olah menyeruput kopi?"
Di tempat keempatnya bercampur, keadaan menjadi menarik. Beberapa organisasi memberikan 60 poin untuk garis dan 40 poin untuk gaya (termasuk sudut dan kecepatan), sementara sistem lain menyediakan kolam 20 poin untuk sudut dan 20 poin untuk gaya. Jadi setiap seri punya tarifnya masing-masing sedikit berbeda - tapi menunya sama.
D1 Grand Prix: Poin dengan Formula Penjumlahan
Sekarang beralih ke sisi Jepang. D1, seri drift profesional pertama di dunia, lahir dari akar drift di jalur pegunungan (touge). Acara pertamanya dijalankan dengan nama "All Japan Professional Drift Championship", kemudian mengambil nama D1 Grand Prix Professional Drift. Dan konsep poin D1 sangat sesuai dengan asal-usul jalanan ini: sudut lebih besar, kecepatan lebih tinggi, suara mesin yang stabil, performans yang lebih mulus.
Bagaimana Solo Run (Putaran Solo) Dinilai?
Menurut buku aturan resmi D1, bahkan definisi solo run pun keren: "mengemudi lebih cepat, lebih besar dan dengan sudut drift yang lebih stabil serta mengubah sudut lebih cepat di dalam tikungan yang terdefinisi." Lalu bagaimana angka ini dihitung? Ada tiga komponen:
- Kecepatan: Nilai penuh 10.00.
- Ayunan tajam: Ketajaman perubahan sudut di tikungan; skala 7 tingkat antara 0 dan +3.
- Sudut besar yang stabil: Juga nilai penuh 10.00.
Lalu formula ajaibnya berperan: nilai kecepatan × nilai sudut + nilai ayunan. Misalnya 9.8 × 9.7 + 0.5 = 95.56. Sadar kah kamu? Karena berupa perkalian, nilai secara teoretis bisa mencapai hingga 103. Lebih dari seratus puan, sepenuhnya legal di D1. Kalau mau, coba hitung di kepalamu: 10.0 × 10.0 + 3.0 = 103. Melampaui kesempurnaan, orang Jepang memang menyukainya.
DOSS: Bukan Mata Manusia, Sensor yang Berbicara
Hal favoritku dari D1 adalah ini: mengurangi perdebatan "aku melihatnya begini, kamu melihatnya begitu" dengan teknologi. DOSS (D1 Original Scoring System) yang dikembangkan sendiri oleh seri ini, dikenal di kalangan umum sebagai "drift box", adalah perangkat yang dipasang di setiap mobil dan mengukur kecepatan serta sudut dengan sensor. Buku aturan 2024 menyatakan dengan jelas: unsur-unsur yang bisa dinilai melalui pengukuran pada prinsipnya harus dinilai hanya melalui pengukuran, dan penyiapan area pemasangan untuk perangkat pengukuran pada kendaraan bersifat wajib. Jadi nilai kecepatan dan sudut diberikan oleh sensor, sementara juri menilai bagian-bagian seperti ayunan dan kesan umum. Keseimbangan yang bagus, bukan?
Sudut lebih besar, kecepatan lebih tinggi, suara mesin yang stabil dan performansi yang lebih mulus memberikan nilai lebih tinggi.
Formula Drift: Mulai dari 100 Poin, Berkurang karena Kesalahan
Mari kembali ke Amerika. Logika Formula Drift bekerja persis sebaliknya: setiap pembalap memulai dengan 100 poin sempurna dan juri mengurangi poin (deduction) setiap kali terjadi kesalahan. Anggap saja seperti nyawa dalam permainan video - selama kamu tak tersentuh, poinmu penuh; begitu menyerempet dinding atau meleset dari garis, poinmu terkikis. Secara psikologis juga menciptakan perbedaan yang menarik: di D1 kamu "membangun ke atas" nilainya, di FD kamu bermain untuk "tidak kalah".
FD juga dikenal sebagai seri dengan tempo lebih tinggi yang memberi bobot lebih pada kecepatan dan keterukuran. Ada perbandingan yang sering diulang di kalangan komunitas: mobil-mobil D1 tidak selalu lambat, tetapi di seri itu teknik dan gaya berkendara yang menonjol, sementara Formula Drift berlomba dengan tempo jauh lebih cepat. Karena di D1 kecepatan dinilai langsung, menjaga mobil tetap menempel pada posisi chase juga menjadi lebih sulit. Ini tentu sebagian besar pendapat forum dan media sosial - bukan perbandingan resmi - tetapi mereka merangkum dengan baik suasana kedua aliran ini.
Dua Aliran Berdampingan: Perbedaan dalam Satu Tabel
| Fitur | D1 Grand Prix | Formula Drift |
|---|---|---|
| Logika penilaian | Berkumpul ke atas dengan formula kecepatan × sudut + ayunan | Dimulai dari 100 poin, dikurangi karena kesalahan |
| Nilai maksimum | 103 | 100 |
| Pengukuran | Sistem sensor DOSS (kecepatan dan sudut) | Dominasi penilaian juri |
| Penekanan | Sudut, teknik dan gaya | Kecepatan dan tempo tinggi |
| Asal usul | Jepang, budaya touge | Amerika |
Di Eropa, gambarannya sedikit berbeda. Drift Masters, yang didirikan pada tahun 2014 dan dianggap sebagai seri utama di benua ini, memberikan poin kualifikasi 60 poin untuk lintasan, 20 untuk sudut, 20 untuk gaya; di dalam gaya itu ada 5 inisiasi, 10 kelancaran, dan 5 komitmen. Dalam tandem, putaran lead bernilai 10 poin, putaran chase 9 poin. Mari kita lihat lewat contoh: Pilot A mendapat 28 di lead, 25 di chase, total 53. Pilot B 24 + 26 = 50. A menang. Sederhana dan mudah dipahami - kadang itu sistem terbaik.
Putaran Tandem: Bagaimana Pemenang Ditentukan?

Pilot yang lolos babak kualifikasi inilah, yang masuk ke pertarungan sesungguhnya. Dalam tandem, dua mobil drift bersamaan: satu sebagai lead (di depan), yang lain sebagai chase (pengikut). Kemudian peran bertukar; setiap pilot berlari sekali di depan, sekali di belakang. Pilot yang mengumpulkan poin kualifikasi tinggi mendapat hak memilih menjadi lead atau chase di putaran pertama - ini menunjukkan mengapa babak kualifikasi begitu penting.
Tugas Pilot Lead dan Chase
Pekerjaan pilot di depan tidak semudah yang terlihat. Ada tiga tugas utama yang menjadi tanggung jawabnya:
- Menjalani lintasan ideal dan menyentuh titik-titik yang diinginkan juri.
- Menjalani putaran yang bisa diikuti - artinya tetap setia pada peta percepatan dan perlambatan (Accel/Decel map). Seorang lead yang tiba-tiba mengerem di tengah seperti taburan gula bisa membuat pekerjaan pengikut jadi mustahil, dan ada hukumannya: Di D1, gerakan penghalang menjelang balapan berujung pada penalti -3 tingkat atau lebih.
Pekerjaan pilot pengikut justru lebih menjengkelkan: Memulai bersamaan atau lebih dulu dari lead, menjaga kedekatan maksimum, menyamai atau melampaui sudutnya, serta meniru gerakan lead di cermin. Di D1, mobil pengikut dinilai berdasarkan kecepatan, sudut relatif, dan jarak: jika kamu menutup jarak dengan sudut yang sama atau lebih besar, kamu mendapat poin; jika jarak melebar, kamu kalah. Dan ada aturan kritis: risiko kontak menjadi tanggung jawab pengikut. Kontak ringan bukan masalah, tapi jika kamu mendorong mobil di depan hingga berputar (spin), di D1 ada penalti -3 hingga -5 tingkat, bahkan bisa didiskualifikasi.
Lalu, apakah menyalip (pass) dilarang? Tidak sepenuhnya: salipan yang tidak dilarang hanya bisa dilakukan jika lead keluar dari lintasan, di titik clipping dalam, dan dari sisi dalam. Jadi trik "aku lewat sini rapat-rapat" tidak selalu berhasil. Dalam keadaan seri, di sebagian besar seri dipanggil satu putaran "One More Time"; Di Drift Masters, jika bahkan setelah OMT masih belum ada keputusan, hasil kualifikasi digunakan sebagai upaya terakhir.
Di Sistem Mana Para Legenda Bersinar?
Sistem penilaian tidak hanya menghasilkan angka; ia juga menentukan tipe pilot mana yang akan menjadi bintang. Keiichi Tsuchiya, yang dianggap sebagai tokoh legendaris drift, dikenal dengan julukan "Drift King", dan kisahnya berasal tepat dari akar touge drift di jalanan pegunungan. Generasinya menjadi legenda di jalanan dengan gaya dan keberanian, di era ketika "gaya dan keberanian" belum dinilai dalam poin. Kemudian D1 membawa semangat itu ke panggung yang punya aturan.
Di sisi Amerika, gambarnya sama sekali berbeda: Chris Forsberg, pembalap pertama yang memenangkan tiga kejuaraan di Formula Drift - 2009, 2014 dan 2016. Tahukah kamu dua kata yang paling sering diucapkan oleh mereka yang memujinya? Kelancaran dan konsistensi. Artinya, format musim panjang FD dan logika jeda tidak menghargai pembalap yang menyala hanya dalam satu putaran, melainkan yang mengalir tanpa kesalahan setiap minggu. Dua sistem, dua tipe pahlawan yang berbeda. Kalau jadi kamu, di mana akan mencoba peruntungan?
Masa Depan Juri: Apakah Kecerdasan Buatan Duduk di Tepi Sirkuit?
Juri manusia memang tak terbantahkan seru, tapi subjektif. Kritik terhadap keputusan juri di sekitar Formula Drift kadang disuarakan sebagai "krisis juri", dan buku aturan juri baru seri tersebut serta perubahan format eliminasi terus diperdebatkan di komunitas. Di sisi lain, teknologi terus berkembang: Sistem juri kecerdasan buatan bernama DRIFT/RS yang digunakan Drift Kings membaca setiap mobil 20 kali per detik dengan presisi sentimeter dan menghasilkan poin garis, sudut, dan impact (kontak). D1 juga selama bertahun-tahun menerapkan versi lama dan disiplin dari gagasan yang sama dengan DOSS.
Perkiraanku adalah ini: masa depan akan hibrida. Kecepatan, sudut, dan jarak akan diukur oleh sensor; sedangkan sensasi "apakah ia memberanikan diri, apakah detak jantungnya meningkat" tetap akan diberikan oleh mata manusia. Kalau tidak, final drift dengan juri mesin sepenuhnya akan terasa agak kehilangan jiwa, akui saja.
Lalu Bagaimana Kondisi di Turkiye?
Mari kita tutup dengan lapangan kita sendiri. Kejuaraan Drift Turkiye 2026 diselenggarakan oleh Drift Otomobil Spor Kulubu bekerja sama dengan TOSFED dan Apex Masters, dan musim dibuka di Istanbul Park pada hari Minggu, 26 April 2026. 3. seri berlomba pada 21 Juni 2026; seri ke-4 dilaksanakan pada hari Minggu 27 September 2026 di TOSFED Istanbul Park. Jadwal harinya terasa familiar: pukul 11.35 pagi pertandingan Piala Drift TOSFED, pukul 14.00 pertandingan eliminasi kejuaraan - artinya satu lap solo, lalu format tandem, alur klasik seperti di seluruh dunia.
Di tengah musim, papan klasemen pun memanas: Setelah seri ke-3, Ruzgar Okman memimpin dengan 100 poin, diikuti oleh Caglar Kucukdumlu dengan 90 dan Abdullah Bostan dengan 78 poin. Artinya, formula yang sama juga berlaku di Turkiye: kumpulkan poin di babak kualifikasi, lewati lawanmu di tandem, meluncur menuju kejuaraan. Saat duduk di tepi sirkuit pada hari perlombaan berikutnya, kamu pun akan bisa memandang seperti seorang juri, memahami mengapa para hakim takjub pada beberapa putaran dan mengernyit pada putaran lainnya. Mungkin saja legenda D1 berikutnya saat ini sedang menempel di bumper seseorang dalam posisi chase di Istanbul Park - siapa tahu?
Sumber
- Kriteria Penilaian D1
- Aturan Penilaian Drift Masters 2026
- D1 Grand Prix
- Apa itu D1 Grand Prix
- D1GP vs Formula Drift: Perbandingan Penilaian, Mobil, dan Format
- Regulasi Teknis Pro
- Apa aturan drifting? Semua yang perlu kamu ketahui
- Penilaian AI DRIFT/RS
- Seri 3 Kejuaraan Drift Turkiye Apex Masters 2026
- Seri 4 Kejuaraan Drift Turkiye
- Bagaimana sistem penilaian kualifikasi D1GP dilakukan? : r/Drifting